MGS, Di tengah meningkatnya ketergantungan perusahaan terhadap aplikasi, jaringan, cloud, dan sistem digital, keamanan siber tidak lagi cukup hanya mengandalkan firewall, antivirus, atau sistem monitoring.
Perusahaan juga perlu mengetahui seberapa kuat sistem mereka ketika menghadapi serangan nyata.
Di sinilah penetration testing (pentest) dibutuhkan.
Pentest merupakan pengujian keamanan yang dilakukan secara terkendali untuk menemukan dan memvalidasi kerentanan pada aplikasi, jaringan, API, maupun infrastruktur digital sebelum celah tersebut dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Namun, memilih penyedia jasa pentest tidak boleh hanya berdasarkan harga. Untuk organisasi tertentu, terutama yang berkaitan dengan sistem pembayaran dan sektor yang memiliki tuntutan kepatuhan, kredibilitas serta status penyedia layanan menjadi faktor penting.
Salah satunya adalah memilih penyedia jasa pentest yang terdaftar di ASPI.
Apa Itu Jasa Pentest?
Jasa penetration testing merupakan layanan pengujian keamanan yang mensimulasikan teknik serangan siber secara terkendali.
Pentester berusaha menemukan dan memvalidasi kelemahan sistem dengan izin dari pemilik sistem.
Pengujian dapat mencakup:
- Web application
- Mobile application
- API
- Network
- Infrastruktur
- Cloud environment
- Sistem internal perusahaan
Tujuan akhirnya bukan sekadar menemukan sebanyak mungkin celah, tetapi mengetahui risiko nyata yang dapat ditimbulkan oleh kerentanan tersebut.
Apa Tujuan Penetration Testing?
Pentest membantu perusahaan menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab hanya dengan vulnerability scanning.
Misalnya:
“Jika ditemukan celah pada aplikasi, apakah celah tersebut benar-benar bisa digunakan untuk mendapatkan akses tidak sah?”
Melalui pentest, perusahaan dapat mengetahui:
- Apakah autentikasi dapat dilewati?
- Apakah user dapat mengakses data milik user lain?
- Apakah database dapat diakses melalui celah aplikasi?
- Apakah privilege dapat ditingkatkan?
- Apakah API dapat disalahgunakan?
- Seberapa besar dampak sebuah vulnerability terhadap bisnis?
Mengapa Memilih Penyedia Jasa Pentest Terdaftar ASPI?
ASPI memiliki peran penting dalam ekosistem sistem pembayaran Indonesia. Karena itu, bagi perusahaan yang bergerak di sektor sistem pembayaran atau membutuhkan pengujian untuk kebutuhan kepatuhan tertentu, status penyedia layanan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
PT Mega Global Solusindo menyatakan bahwa perusahaan telah terdaftar di ASPI sebagai penyedia jasa audit sistem informasi serta lembaga penyedia jasa audit pengujian keamanan, termasuk Vulnerability Assessment dan Penetration Testing.
Namun, status terdaftar saja bukan satu-satunya faktor dalam memilih vendor.
Perusahaan tetap perlu melihat metodologi, kompetensi tim, cakupan pengujian, kualitas laporan, serta proses remediation dan retesting.
Apa Saja yang Diuji dalam Pentest?
- Web Application
Pengujian aplikasi web dapat mencakup berbagai risiko seperti:
- Broken Access Control
- Injection
- Authentication weaknesses
- Security Misconfiguration
- Cross-Site Scripting
- File upload vulnerabilities
- SSRF
Pengujian dapat mengacu pada framework dan standar keamanan aplikasi seperti OWASP.
Baca juga:
→ OWASP Top 10 dan Pentingnya Pentest Aplikasi Web
- Mobile Application
Pentest mobile dapat dilakukan terhadap aplikasi Android maupun iOS untuk melihat potensi kelemahan pada:
- Authentication
- Session management
- API communication
- Local storage
- Cryptography
- Application logic
- API Security
API menjadi bagian penting dalam aplikasi modern karena menghubungkan aplikasi dengan berbagai layanan lainnya.
Pengujian dapat mencakup:
- Broken authentication
- Broken authorization
- Excessive data exposure
- Rate limiting
- API endpoint vulnerabilities

4. Network Penetration Testing
Pengujian jaringan bertujuan melihat apakah infrastruktur internal maupun eksternal memiliki celah yang dapat digunakan untuk mendapatkan akses tidak sah.
Bagaimana Proses Pentest Dilakukan?
Pentest profesional seharusnya dilakukan secara terstruktur.
Tahap 1 — Scoping
Menentukan sistem dan aset yang boleh diuji.
Tahap 2 — Information Gathering
Mengumpulkan informasi mengenai target.
Tahap 3 — Vulnerability Assessment
Mengidentifikasi potensi kerentanan.
Tahap 4 — Manual Verification
Memvalidasi temuan untuk mengurangi false positive.
Tahap 5 — Exploitation
Menguji apakah vulnerability benar-benar dapat dimanfaatkan.
Tahap 6 — Impact Analysis
Menentukan dampak teknis dan bisnis.
Tahap 7 — Reporting
Menyusun laporan temuan dan rekomendasi.
Tahap 8 — Retesting
Memastikan vulnerability yang telah diperbaiki benar-benar tertutup.
Baca juga:
→ Tahapan Penetration Testing dari Awal hingga Laporan
Pentest vs Vulnerability Assessment
Keduanya sering dianggap sama, padahal berbeda.
Vulnerability Assessment lebih fokus pada menemukan dan memetakan vulnerability.
Sementara penetration testing melangkah lebih jauh dengan melakukan validasi dan eksploitasi terkendali untuk mengetahui dampak nyata.
Karena itu, perusahaan sering menggunakan VA sebagai pemeriksaan rutin dan pentest sebagai pengujian yang lebih mendalam terhadap aset kritis.
Baca juga:
→ Perbedaan Vulnerability Assessment dan Pentest
Kapan Perusahaan Membutuhkan Pentest?
Pentest dapat dilakukan dalam beberapa kondisi.
Sebelum aplikasi diluncurkan
Pengujian membantu menemukan vulnerability sebelum aplikasi digunakan publik.
Setelah perubahan besar
Misalnya:
- Migrasi server
- Perubahan arsitektur
- Integrasi API
- Perubahan sistem autentikasi
Sebelum audit atau compliance assessment
Pentest dapat membantu perusahaan mengetahui kondisi keamanan sebelum menjalani proses assessment.
Secara berkala
Perubahan sistem dan ancaman siber berlangsung terus-menerus sehingga pengujian keamanan sebaiknya tidak berhenti pada satu kali pentest.
Bagaimana Memilih Penyedia Jasa Pentest?
Jangan hanya membandingkan harga.
Gunakan checklist berikut:
Faktor | Yang Perlu Diperiksa |
Legalitas | Status perusahaan dan dokumen pendukung |
Kredibilitas | ASPI, BSSN, CREST, atau pengakuan relevan lainnya |
Tim | Kompetensi dan sertifikasi |
Metodologi | OWASP, PTES, NIST, dll. |
Pengujian | Manual + automated testing |
Laporan | Executive & technical report |
Retesting | Apakah tersedia setelah remediation |
Confidentiality | NDA dan pengamanan data |
PT Mega Global Solusindo sebagai Penyedia Jasa Pentest
PT Mega Global Solusindo (MGS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang cybersecurity dan menyediakan layanan Security Assessment, Application Testing, Vulnerability Assessment, Penetration Testing, serta Information System Audit. Situs resmi MGS juga menyebutkan status terdaftar di ASPI dan BSSN dalam area layanan yang relevan.
MGS juga telah memperoleh CREST Pathway+ pada 2025 dan penghargaan The Best Company in Application Testing & Information System Audit Provider of The Year 2025.
Untuk perusahaan yang membutuhkan pengujian keamanan, pendekatan MGS dapat diarahkan sesuai kebutuhan sistem, mulai dari web application, API, mobile application, network hingga infrastruktur.
Mengapa Pentest Harus Dilakukan Secara Profesional?
Pentest bukan aktivitas “mencoba meretas” sistem secara sembarangan.
Tanpa scope dan prosedur yang tepat, pengujian bahkan dapat mengganggu sistem produksi.
Karena itu, pentest profesional harus memperhatikan:
- Scope yang jelas
- Authorization
- Rules of engagement
- Perlindungan data
- Risiko terhadap sistem produksi
- Dokumentasi pengujian
- Bukti temuan
- Rekomendasi remediation
- Retesting
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan mendapatkan hasil yang bukan hanya teknis, tetapi juga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen.
FAQ
Apakah pentest sama dengan vulnerability assessment?
Tidak. Vulnerability Assessment berfokus pada identifikasi kerentanan, sedangkan penetration testing memvalidasi dan mengeksploitasi kerentanan secara terkendali untuk mengetahui dampaknya.
Apa yang dimaksud pentest terdaftar ASPI?
Istilah tersebut merujuk pada penyedia layanan pengujian keamanan yang terdaftar dalam konteks penyedia jasa yang diakui ASPI sesuai lingkup dan persyaratan yang berlaku. Untuk kebutuhan compliance, perusahaan tetap perlu memastikan jenis layanan dan status penyedia sesuai kebutuhan regulasinya.
Berapa kali perusahaan harus melakukan pentest?
Frekuensinya bergantung pada risiko, perubahan sistem, industri, dan kebutuhan compliance. Pentest dapat dilakukan secara berkala dan setelah perubahan signifikan pada sistem.
Apakah pentest hanya untuk perusahaan besar?
Tidak. Startup, perusahaan menengah, e-commerce, fintech, SaaS, maupun organisasi lain yang mengoperasikan sistem digital juga dapat membutuhkan pentest.
Apakah setelah pentest sistem langsung aman?
Tidak ada pengujian yang dapat menjamin sistem 100% bebas risiko. Pentest memberikan gambaran mengenai kerentanan yang ditemukan dalam scope pengujian. Karena itu, remediation dan retesting merupakan bagian penting dari proses.
Sudahkah Sistem Anda Diuji dari Sudut Pandang Penyerang?
Jangan menunggu vulnerability ditemukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
PT Mega Global Solusindo (MGS) siap membantu perusahaan melakukan Vulnerability Assessment dan Penetration Testing untuk aplikasi, API, jaringan, maupun infrastruktur digital.
Dapatkan pengujian yang terstruktur, laporan yang dapat ditindaklanjuti, dan rekomendasi remediation untuk membantu meningkatkan keamanan sistem Anda.
Konsultasikan kebutuhan pentest perusahaan Anda bersama MGS.
